Selasa, 04 Desember 2012

(Tugas Membuat Jurnal) BAB II

BAB II


2. LANDASAN TEORI
2.1.   Pengertian dan Kriteria Usaha Kecil
 Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 9 tahun  1995 pasal 1 angka 1;  tentang usaha kecil dan koperasi, Usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta kepemilikan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang.
Kriteria usaha kecil menurut Undang-Undang Usaha Kecil dan kopersi diantaranya adalah :
a.     Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp.200.000.000,00 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha .
b.     Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000.00
c.      Milik warga negara Indonesia
d.      Berdiri sendiri bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasi  atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha menengah dan besar, dan
e.   Berbentuk usaha orang perseorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum seperti koperasi.
     
2.2.  Lingkungan Eksternal Perusahaan
Lingkungan eksternal merupakan kondisi diluar perusahaan yang dapat mempengaruhi kehidupan perusahaan. Menurut Viljoen (1991:152 dalam Moeljadi, 1998 : 28 ) lingkungan eksternal ini sering disebut sebagai external Opportunites dan Threats, mencakup political, social, technological, economic,geographic, customers, suppliers, competitors, creditors dan labour. Glueck (1993:87) dalam Moeljadi (1998 : 28) menyebut lingkungan ini sebagai “faktor-faktor luar perusahaan yang dapat menimbulkan peluang atau ancaman”.


2.3.  Lingkungan Internal Perusahaan
Setiap usaha yang dilakukan perusahaan selalu dihadapkan pada situasi yang selalu berubah. Kondisi tersebut tidak mungkin dilaksanakan tanpa adanya proses penyesesuaian terhadap kondisi ekternal yang ada. Jadi lingkungan internal merupakan cerminan kekuatan atau kelemahan dari suatu organisasi perusahaan dan dapat mencerminkan kemampuan manajemen untuk mengelola perusahaan. Hal ini dapat menunjukkan kekuatan sumber daya, meliputi segala aspek material atau non material yang dimiliki perusahaan dalam menjalankan usaha dan fungsinya untuk berproduksi secara komersial. Konsep tersebut terdiri dari kemampuan pengusaha, kemampuan optimalisasi proses produksi yang ada, kapabilitas mengadakan ekspansi pasar, dan pengelolaan keuangannya (Hunger,1993:15 dalam Moeljadi 1998 : 33).

 
2.4.   Segi  Kelemahan Perusahaan Kecil
               Kelemahan perusahaan kecil pada umumnya, ( Marbun, 1993 )
 1. Tidak  atau kurang mempunyai perencanaan tertulis
 2.   Kurang berorientasi ke masa depan, melainkan kepada hari kehari saja
 3.  Kurang memiliki pendidikan yang relevan
 4.  Tanpa menggunakan pembukuan atau pencatatan yang teratur
 5.  Tidak ada atau jarang terjadi pengkaderan
 6.   Cepat puas
             Menurut Thomas W. dan  Norman M. ( 2002 : 23 ), sebab-sebab kegagalan bisnis  sebagai  berikut : Ketidakmampuan manajemen
Ketidakmampuan manajemen kebanyakan bisnis kecil meliputi :
-          Kurangnya pengalaman, lemahnya kemampuan pengambilan keputusan, atau lemahnya kendali keuangan,
-          Pertumbuhan tak terkendali
-          Lokasi yang kurang baik
-          Pengendalian persediaan yang tidak baik

2.5.  Segi Kekuatan  Perusahaan Kecil
            Keberhasilan pada perusahaan di mulai dari kecil sampai menjadi pengusaha nasional atau internasional, keberhasilan tersebut karena berbagai faktor antara lain faktor kejelian, ketajaman menganalisis keadaan, pandai mengikuti dan memanfaatkan situasi, tekun, mudah tanggap pada pembaharuan, dan dilakukan pembinaan terus menerus kepada bawahannya atau karyawannya.
          Kekuatan perusahaan kecil di Indonesia  antara lain karena :
a.       Tidak birokrasi dan mandiri
 b.   Cepat tanggap dan fleksibel

2.6.   Menilai Peluang Pasar
     Perusahaan selalu membutuhkan informasi dan pengetahuan tentang pasar atas produk yang dihasilkan, dengan riset pasar dapat membuat keputusan pemasaran yang lebih baik.  ( Geoffrey G : 2000). Dengan riset pasar dapat membantu :
-          menemukan pasar yang menguntungkan,
-          memilih produk yang dapat dijual,
-          menentukan perubahan dalam perilaku konsumen,
-          meningkatkan teknik-teknik pemasaran, dan
-          merencanakan sasaran-sasaran yang realistik.  
           
2.7.  Prospek  Masa Depan Perusahaan Kecil di Indonesia
               Perkembangan teknologi informasi misalnya komputer, di mana segala sesuatu bergerak dengan cepat dan situasi cepat berubah, apakah eksistensi perusahaan kecil masih dapat diharapkan  atau tidak.
               Di Jerman Barat, Belanda, Inggris atau Amerika terdapat selalu menjumpai mata rantai toko swalayan (supermarket). Namun demikian, secara keseluruhan nasib perusahaan kecil  dapat diharapkan karena beberapa alasan ekonomis dan terkadang non ekonomis. Ternyata perusahaan kecil sering berfungsi sebagai pusat-pusat komunikasi lokal dan bertemu muka sambil belanja. Di Indonesia perusahaan kecil masih potensial khususnya di kota kecil dan daerah terpencil yang merupakan penghasil produk untuk pelengkap dengan sendirinya, selain itu komposisi penduduk Indonesia yang 80 % tinggal di pedesaan.

2.8.  Analisis S W O T
           Dalam dunia bisnis, kekuatan dan kelemahan perusahaan adalah hasil analisis perbandingan antara perusahaan dan perusahaan pesaing. Misalnya perusahaan mempunyai kemampuan berproduksi secara efisien, ternyata perusahaan pesaing memiliki kemampuan teknologi yang lebih efektif dan efisien, maka bagi perusahaan tersebut merupakan kelemahan.   Analisis kekuatan, kelemahan, kesempatan/peluang, dan ancaman ( strength, weakness, opportunity, threats / SWOT )  adalah sebuah teknik yang sederhana, mudah dipahami, dan juga dapat digunakan dalam merumuskan strategi-strategi dan kebijakan – kebijakan untuk pengelolaan perusahaan. Sehingga SWOT tidak mempunyai batasan waktu, artinya akan selalu berubah sesuai dengan perkembangan jaman.         

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar